Masih Dipercaya Hingga Sekarang! 5 Mitos di Jepang, Apa Saja?

Kanau.org – Mitos adalah cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu yang memiliki penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa itu sendiri.

Mitos rupanya tidak hanya ada di Indonesia. Negara maju dengan teknologi canggih pun memiliki mitos yang masih dipercaya hingga saat ini.

Ada banyak mitos di Jepang. Berikut ini adalah 5 mitos di Jepang yang masih dipercaya hingga kini. Kira-kira apa saja mitos tersebut?

Nomor Sial

Penduduk Jepang percaya bahwa nomor 49 membawa penderitaan sampai mati. Hal ini karena nomor empat memiliki pelafalan mirip dengan kata Shi-nu yang artinya mati. Sedangkan nomor sembilan memiliki pelafalan mirip dengan ku-rushi yang berarti penderitaan.

Oleh karena itu, nomor 49 dianggap memiliki frasa yang mirip dengan kalimat “menderita sampai mati”. Wah, seram juga ya kalimatnya. Selain itu, penduduk Jepang juga percaya bahwa memberikan pengantin uang berjumlah genap akan menyebabkan perpisahan.

Menggunting Kuku Malam Hari

Mitos yang ada di Jepang lainnya yang masih dipercaya hingga kini adalah memotong kuku pada malam hari dapat mengakibatkan kematian. Jadi, untuk kalian yang berlibur di Jepang, jangan melakukan ritual memotong kuku pada malam hari.

Mitos ini bermula dari kebiasaan orang Jepang pada zaman dahulu yang terbiasa memotong kuku menggunakan pisau. Berbeda dengan saat ini yang menggunakan gunting kuku. Menggunakan pisau di malam hari dinilai berbahaya walaupun hanya untuk potong kuku.

Etika Sumpit

Seperti yang kita tahu, orang Jepang lebih nyaman menggunakan sumpit ketika menyantap hidangan. Orang Jepang juga menerapkan etika ketika menggunakan sumpit.

Memindahkan makanan dari satu sumpit ke sumpit lainnya dianggap sebagai tindakan tabu. Begitu juga dengan menusukkan sumpit hingga berdiri tegak di nasi. Posisi sumpit ini dianggap terlarang karena biasanya dilakukan pada upacara pemakaman.

Menginjak Ujung Tikar Tatami

Tikar tenun jerami biasanya ditemukan di rumah tradisional Jepang atau restoran Jepang. Tikar tenun jerami tersebut dikenal dengan sebutan tatami.

Penduduk jepang percaya bahwa menginjak ujung tatami merupakan tindakan yang tidak menghormati leluhur dan dapat mengundang kesialan. Oleh karena itu, usahakan selalu berada di bagian tengah tikar ketika berjalan di lantai yang dibalut dengan tatami.

Jangan Bersiul pada Malam Hari

Di Indonesia, mitos larangan bersiul di malam hari telah dipercaya sejak dulu. Rupanya, orang Jepang juga mempercayai mitos yang serupa, yaitu tidak boleh bersiul pada malam hari.

Mitos tidak boleh bersiul pada malam hari berasal dari kebiasaan para penjahat di masa lalu. Pencuri, perampok, umumnya bekerja di malam hari. Mereka menjadikan siulan sebagai alat untuk berkomunikasi.

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Jepang yang Bisa Kalian Kunjungi Part 2, Rencanakan Liburan Kalian Sekarang!

Nah, demikianlah 5 mitos di Jepang yang perlu diketahui. Rupanya ada mitos yang sama seperti di negara kita, ya.