Ungkap Pelaku Kejahatan, Conan sebut Biji Apel Berbahaya bila Dimakan. Benarkah? Ini Faktanya!

0 142
Volume 80 – Detective Conan Wiki

Kanau.org – Para penggemar misteri pasti tidak asing lagi dengan nama ini, ya, Detektif Conan merupakan sebuah seri manga oleh Aoyama Gosho bertemakan detektif yang membahas kasus-kasus kejahatan di setiap chapternya. Pada Detektif Conan 80, terdapat salah satu kasus yang mengulik tentang pembunuhan seorang kritikus makanan yang tubuhnya terkubur tumpukan apel. Biji pada apel inilah yang nantinya menjadi barang bukti pada kasus ini.

Detail Chapter

Volume 80

Our Territory

File 844 – Today’s Fruits

File 845 – Our Territory

File 846 – The Magic Lock

Anime Episode 727-728: The Treasure Chest Filled with Fruits

Detective Conan Anime Episode 727-728 – Detective Conan Wiki

Kasus ini bermula dari Suzuki Sonoko dan Mouri Ran yang ingin menghadiri sebuah kontes memasak. Diikuti oleh Edogawa Conan, Mouri Kogoro, dan Masumi Sera, mereka bersama-sama menonton acara tersebut langsung dari studio. Acara berlangsung dengan meriah sampai ketika peti, yang berisi buah tema kontes hari itu, dibuka, ternyata terdapat mayat di dalamnya yang membuat orang-orang di studio langsung menjerit dan panik. Mayat tersebut merupakan seorang kritikus makanan sekaligus juri kontes tersebut. Saat kasus diselidiki, para polisi kebingungan dikarenakan peti yang menjadi tempat mayat diletak, dikunci dengan gembok yang harusnya tidak bisa dibuka oleh siapapun sebelum kontes dimulai. Ketika Kogoro merasa aneh dengan rambut Okino Yoko yang panjang dalam waktu singkat, Ran menjelaskan bahwa hal tersebut bisa dilakukan dengan hair extension yang disamarkan menggunakan jepit rambut, Conan dan Sera langsung menemukan jawaban atas misteri gembok pada peti. Dibantu oleh Takagi, mereka berhasil mengemukakan pada orang-orang yang terlibat tentang sistematika gembok yang dimanipulasi oleh pelaku. Lalu, bagaimana dengan buktinya? Conan berkata bahwa bukti kejahatan pelaku terdapat di dalam perutnya. Peti tersebut tidak mampu menampung mayat dan seluruh apel yang ada di dalamnya sehingga pelaku harus meminum kira-kira 10 butir apel yang telah diblender. Namun, pelaku menyanggah dengan berkata, “seandainya memang begitu, berarti semuanya sudah dicerna di dalam perutku, ‘kan?”. Mendengar itu, Conan tersenyum, lalu mengungkap sebuah fakta yang tidak diketahui oleh sang pelaku dengan berucap, “Lho? Paman tidak tahu, ya? Biji apel mengandung zat yang disebut amigdalin yang berbahaya kalau dikonsumsi secara berlebihan.”

Nah, apakah yang dikatakan oleh Conan adalah benar? Setelah ditelusuri, amigdalin yang disebut Conan terdapat dalam biji apel ini, merupakan zat yang melepaskan sianida saat berinteraksi dengan enzim pencernaan manusia, sedangkan sianida adalah senyawa kimia yang dikenal sebagai salah satu racun paling mematikan. Beberapa obat-obatan dan racun yang terbuat dari tumbuhan mengandung glikosida seperti amigdalin. Artinya, benar bahwa biji apel mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh.

Jadi, Benarkah Biji Apel Bisa Membunuh?

iStockPhoto

Biji apel memiliki lapisan luar yang kuat terhadap enzim pencernaan, tapi bila bijinya dikunyah, amigdalin dapat terlepas di dalam tubuh dan menghasilkan sianida. Dalam jumlah kecil, sianida dapat mengakibatkan mual, muntah, pusing, peningkatan denyut jantung, dan rasa tidak nyaman. Jika dalam jumlah besar, sianida dapat menyebabkan kesadaran hilang tiba-tiba, kemudian kejang dan kematian, bahkan dalam waktu yang singkat. Namun, apakah biji apel dapat menyebabkan keracunan sianida hingga mengakibatkan kematian?

Hal ini kemudian dijelaskan oleh Masumi Sera, “Tenang saja. Biji dari 10 butir apel saja belum cukup beracun untuk bisa membunuh seseorang.”

Biasanya, dalam satu butir apel terdapat kurang lebih lima biji apel. Menurut halodoc, agar bisa keracunan, seseorang perlu mengunyah dan memakan sekitar 200 biji apel atau 40 butir apel, yang menghasilkan sekitar 1-2 mg sianida. Dosis ini adalah dosis yang fatal untuk laki-laki dewasa dengan berat badan 70 kg. Jadi, memakan 10 butir apel atau sekitar 50 biji apel belum bisa membunuhmu, ya, teman.

Sera melanjutkan, “tapi karena Paman dari pagi belum makan apa-apa, seharusnya Paman belum buang air besar, ‘kan? Jadi nanti pasti akan keluar sendiri …, biji buah apel yang belum hancur diblender.”

Kasus ini pun ditutup dengan buang air besar! Kemudian diketahui bahwa biji yang dikeluarkan oleh sang pelaku, cocok dengan biji apel yang ada di dalam peti. Case closed.

Lho, udah closed aja nih? Lalu, Jika Keracunan Sianida, Bagaimana Mengatasinya?

Orang yang keracunan harus segera mendapat pertolongan dari tenaga ahli medis karena sianida dapat menyebabkan hilangnya kesadaran. Terdapat banyak kasus orang yang keracunan sianida. Jika kasusnya sianida diduga tertelan dan korban mengalami muntah, maka harus ditangani oleh tenaga medis ahli yang menggunakan APD (Alat Pelindung Diri), seperti masker, sarung tangan ganda, dan pelindung mata untuk menghindari kontaminasi. Jika korban dalam keadaan sadar, arang aktif bisa diberikan dalam waktu hanya satu jam setelah korban menelan sianida. Korban juga perlu diberikan terapi oksigen, anti kejang, dan cairan infus sebagai pengobatan penunjang. Kemudian, pengobatan utama keracunan sianida adalah diberi antidotum yaitu hydroxocobalamin. Obat ini diberikan pada korban yang mengalami perubahan status mental, tekanan darah, dan gagal napas atau nadi tidak stabil. Hanya saja, obat ini memiliki efek samping, yaitu, sakit pada kepala, pencernaan terganggu, alergi, dan hipertensi.

Wah, bukankah informasi kecil dari seri manga Detektif Conan ini berguna untuk kesehatan kita, teman? Setelah ini, saat akan memakan apel, pastikan kalian mengeluarkan bijinya, ya. Terima kasih sudah membaca. Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya!

Sumber: Gosho Aoyama. 2014. Detektif Conan 80. PT Elex Media Komputindo: Jakarta

Detective Conan Wiki, halodoc

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More