[Review] Watashi no Shiawase na Kekkon: Ketika Sinetron Indonesia Dipadukan dalam Anime Jepang

Kanau.org – Sebagai salah satu anime yang tayang pada summer 2023, My Happy Marriage atau Watashi no Shiawase na Kekkon adalah anime romance yang paling dinantikan kehadirannya. Anime ini berasal dari seri novel dengan judul yang sama karya Akumi Agitogi. Anime yang diproduksi oleh Kinema Citrus ini cukup berhasil saat penayangannya, dibuktikan dengan banyak forum yang membahas anime ini.

Lantas, bagaimana ulasan terkait anime ini? Silakan simak di bawah ini.

Infomasi umum

  • Judul : Watashi no Shiawase na Kekkon (わたしの幸せな結婚)
  • Inggris : My Happy Marriage
  • Episode : 12
  • Rilis : 5 Juli 2023 – 20 September 2023 (Summer 2023)
  • Studio : Kinema Citrus
  • Sumber : Novel
  • Genre : Drama, Fantasy, Romance
  • Tema : Adult Cast, Historical
  • Durasi : 23 min. per ep.
  • Rating :  PG-13

Sinopsis

Kesengsaraan sepertinya abadi dalam hidup Miyo Saimori. Lahir dari perjodohan, dia dengan cepat dibuang setelah kematian tragis ibunya. Ayahnya menikah lagi. Adik tirinya, Kaya, menerima semua kasih sayang, sementara Miyo diturunkan menjadi pelayan rendahan. Karena tidak mempunyai kekuatan untuk melawan kekerasan yang dilakukan keluarganya, Miyo kehilangan harapan bahwa peruntungannya akan berubah.

Tanpa diduga, ayah Miyo memanggilnya untuk menyampaikan kabar mengejutkan: dia akan menikah dengan Kiyoka Kudou, kepala keluarga terhormat Kudou. Meski berlatar belakang bangsawan, Kiyoka dikenal sebagai pria tak berperasaan yang sampai saat ini selalu memecat semua mantan tunangannya.

Setibanya di rumah Kudou, Miyo mengharapkan perlakuan kasar dan disingkirkan. Namun, bertentangan dengan asumsinya, Kiyoka menunjukkan kebaikan dan cinta yang sangat dia butuhkan. Menikah dengan Kiyoka mungkin merupakan salah satu kesempatan Miyo untuk melepaskan diri dari keluarga yang lalai dan menjalani kehidupan yang bahagia.

Ulasan anime

Cerita Pasaran, Tetapi Menghibur

My Happy Marriage, pada awalnya, terasa seperti remake Cinderella yang ke-1000. Ia memiliki ibu tiri yang jahat, keluarganya menganiaya dirinya, dan dia “diselamatkan” oleh pria yang kuat dan berkuasa. Setidaknya, anime ini sedikit lebih dari itu. Ini adalah cerita yang sebagian besar didorong oleh karakter dengan karakter utama wanita.

Anime ini pada paruh awalnya memiliki potensi untuk menjadi salah satu anime summer terbaik, mungkin top 4 atau 3. Namun, penulisan ceritanya sedikit dangkal disertai beberapa aspek yang terkesan naik turun, seperti romansanya yang turun di paruh kedua dan supernaturalnya yang dipikir-pikir penting tak penting.

Potensi Karakter Banyak Disia-siakan

Karakterisasinya juga tak jauh beda dari perbandingan Cinderella. Sebenarnya secara garis besar tidak ada masalah, tetapi bagaimana mereka menciptakan karakter terlalu dangkal dan biasa saja. Karakter jahat dibuat menjadi jahat karena mereka jahat, tidak ada alasan yang lebih mendalam.

Ada banyak aspek politik yang berperan terutama dalam situasi ini. Semua keluarga haus akan kekuasaan, melakukan apa pun untuk mendapatkan reputasi. Walau demikian, beberapa tindakan yang diambil keluarga Saimori di awal musim terasa agak berlebihan, atau mungkin terkadang agak melodramatis.

Karakter Miyo terkadang membuat frustrasi untuk ditonton, tetapi dia juga mengalami perkembangan yang sangat baik di klimaks babak pertama. Simbolisme yang disebutkan di atas sangat membantu dalam hal itu.

Kiyoka lebih saya minati, terutama pada kemampuannya. Saya menyukai cara dia memperlakukan Miyo dan bagaimana sikapnya berubah terhadapnya selama ini.

Pada dasarnya Anda dapat mengatakan bahwa Miyo dan Kiyoka memberikan yang terbaik dari satu sama lain. Kiyoka membantu Miyo keluar dari sifat mencela diri sendiri dan membela dirinya sendiri, sementara Miyo membantu Kiyoka menjadi lebih terbuka sebagai pribadi. Hubungan mereka sebenarnya bisa saja lebih dikembangkan, tetapi entah mengapa terasa biasa saja di akhir.

Visual dan Soundtrack Mewah

Lalu, apa yang membuat anime ini menonjol jika hanya terasa seperti cerita Cinderella yang lain? Hal pertama yang pasti adalah presentasi visual. Animasinya secara keseluruhan sangat lancar, tetapi desainnya agak sederhana. Ada adegan aksi yang terlihat bagus, ekspresi karakternya patut diapresiasi.

Soundtrack Evan Call yang menggarap Violet Evergarden sangat layak dipuji. Opening song dan ending-nya berhasil melengkapi anime ini dengan pembawaannya yang sesuai dengan vibe animenya. Performa para seiyuu juga mampu menyampaikan ekspresi karakter. Hampir tidak ada masalah dari sisi produksi.

Saya berani mengatakan itu mungkin salah satu pertunjukan terbaik yang diproduksi di summer. Ini memiliki upaya karakterisasi yang kuat, dengan penyutradaraan dan simbolisme yang sangat saya nikmati, karena ada tingkat nuansa di sana untuk mengembangkan hubungan Miyo dan Kiyoka sepanjang cerita.

Kesimpulan

Untuk sekelas shoujo, anime ini sebenarnya cukup menghibur saya pada musim lalu. Kendati summer dipenuhi anime-anime ambisius lainnya, My Happy Marriage tentu adalah pilihan banyak orang sebagai tontonan mereka pada saat itu.

Baca juga: [Review] Saint Cecilia and Pastor Lawrence: Anime Paling Manis di Summer 2023

Rating : 7.5/10

Anime ini direkomendasikan untuk kalian yang suka dengan sub tema romansa sepasang pasutri. Anime ini tersedia di layanan streaming berbayar Netflix. Yuk, tunggu apalagi? Ayo ditonton.