[Review] The Boy and the Heron, Anime Baru dari Ghibli yang Fresh, tetapi Agak Kurang

kanau.org – Setelah beberapa kali dikabarkan akan berhenti menggarap anime movie lagi, Hayao Miyazaki akhirnya kembali lagi dengan judul baru. Film terbarunya diberi judul The Boy and the Heron, atau bahasa jepangnya adalah Kimitachi wa Dou Ikiru ka.

Meskipun minim promosi pada penayangan perdana di Jepang, faktanya movie ini booming. Bahkan, movie ini berhasil meraup $112.8 million US Dollar di seluruh dunia.

Lantas, apakah kualitas movie ini sebanding dengan pendapatannya? Simak ulasannya, ya….

Infomasi umum

  • Judul: The Boy and the Heron
  • Alias: How Do You Live?
  • Bahasa Jepang: 君たちはどう生きるか (Kimitachi wa Dō Ikiru ka)
  • Tipe: Movie
  • Rilis: 14 Jul 2023
  • Studio: Studio Ghibli
  • Sumber: Original
  • Genre: Drama
  • Durasi: 2 jam 3 menit
  • Rating: PG-13

Sinopsis

Mahito adalah seoranganak laki-laki yang merindukan ibunya. Ia berkelana ke dunia yang dihuni oleh orang hidup dan orang mati. Di sana, kematian berakhir dan kehidupan menemukan awal yang baru.

Ulasan anime

Cerita Puitis, Tetapi Kelamaan

The Boy and the Heron adalah sebuah perjalanan menggugah yang membawa penonton melintasi dunia surealis dengan nuansa yang mendalam. Narasinya menghadirkan tema kehilangan, pertumbuhan, dan kompleksitas perjalanan emosional seorang anak.

Namun, kelemahan film ini muncul terkait dengan pacing cerita yang terkadang terasa lambat. Ini memungkinkan momen-momen refleksi yang mendalam, tetapi menuntut kesabaran penonton. Ditambah dengan penyampaian cerita yang cukup terbata-bata, penonton harus tetap fokus agar tidak gagal paham. Meskipun demikian, pendekatan ini memberikan kebebasan bagi karakter dan tema untuk berkembang secara organik.

Penggabungan dunia nyata dengan surealisme dalam alur cerita memungkinkan penonton untuk merenung tentang realitas, kehilangan, dan pertumbuhan.

Protagonis Dinamis, tetapi Yang Lain Kurang

Pengembangan karakter Mahito sebagai pemeran utama mencapai puncaknya dalam perjalanan emosionalnya dari penolakan realitas hingga penerimaan yang mendalam. Namun, film ini kurang untuk aspek kedalaman karakter sampingan yang terkadang terasa kurang. Mereka kurang memberikan kontribusi yang signifikan pada keseluruhan alur cerita.

Kendati demikian, dinamika karakter Mahito menjadi inti yang kuat dalam menyampaikan pesan mendalam tentang kehidupan dan kematian.

Visual dan Animasi Ghibli Tak Pernah Mati

Dalam aspek visual, The Boy and the Heron mempertahankan standar tinggi yang diharapkan dari karya Studio Ghibli. Animasi yang indah ditambah detail artistik yang khas. Selain itu, penggunaan kontras antara dunia nyata dan dunia sureal membawa penonton dalam sebuah pengalaman visual yang memukau.

Namun, beberapa aspek seperti kurangnya penonjolan karakter dan estetika yang kurang mengesankan dalam beberapa adegan turut memberikan kesan kurang mendalam.

Soundtrack yang Menggugah, tetapi Masih Kurang Menyentuh

Soundtrack yang disusun oleh Joe Hisaishi memberikan latar yang mendalam dan emosional, mendukung kuatnya pesan yang ingin disampaikan oleh film ini. Performa para pengisi suara memberikan kehidupan pada karakter-karakter. Namun, kurangnya SFX dan keselarasan antara audio dan visual membuat aspek audio jadi kurang impactful pada keseluruhan flim.

Kesimpulan

The Boy and the Heron adalah sebuah karya eksplorasi yang menarik akan kehilangan, pertumbuhan, dan kompleksitas dunia surealis. Film ini berhasil menyuguhkan alur cerita yang mendalam dengan tema yang kuat, meskipun terdapat kekurangan seperti pacing cerita yang terkadang lambat dan kurangnya pengembangan karakter sampingan.

Meskipun demikian, karya ini tetap memberikan persembahan yang unik dari Hayao Miyazaki, menawarkan refleksi tentang kehidupan dan kematian dengan cara yang menginspirasi pemikiran yang mendalam kepada penontonnya.

Rating : 7.9/10

Menonton anime ini membuat saya terbagi menjadi dua, saya merasakan kedalaman emosional yang mendalam dan keindahan surealisme yang disajikan, sementara yang sisi lain merasa terhalang oleh beberapa kekurangan dalam narasi dan pengembangan karakter.

Setidaknya saya masih tetap terkesan dengan eksplorasi tema kehidupan, kematian, dan pertumbuhan yang disajikan dengan cara yang unik.

Saya harap kalian juga bisa merasakan feel yang saya rasakan. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo cepat nonton animenya di bioskop-bioskop terdekat, yah….