[Review] Orient: Magi Dalam Nuansa Yang Lebih Jepang

0 332

[Review] Orient: Magi Dalam Nuansa Yang Lebih Jepang

Orient Cover

Pendahuluan

Orient adalah manga fantasi bertema periode Sengoku yang ditulis dan diilustrasikan oleh Shinobu Ohtaka. Orient diserialisasikan di Majalah Weekly Shonenen Kodansha dari 30 Mei 2018 – 6 Januari 2021. Pada tanggal 4 Januari 2021, diumumkan bahwa manganya akan dipindahkan ke Majalah Bessatsu Shonen, mulai tanggal 9 Februari 2021. Tidak berselang lama setelahnya, adaptasi anime untuk manga ini diumumkan.


Latar dan Plot

Ceritanya terinspirasi periode Sengoku Jidai dan menggunakan nama-nama samurai terkenal, sehingga kita bisa menemukan banyak nama yang tidak asing. Orient juga menggunakan unsur cerita rakyat Jepang dan beberapa ciri modern.
Untuk referensi cerita rakyat, jelas soal Oni-nya. Orang Jepang jaman dulu, baik sebelum atau sesudah kedatangan ajaran Buddha, pada dasarnya menyembah apa pun yang mereka anggap agung, tidak peduli meski itu iblis. Oni di dunia Orient muncul 150 tahun lalu, hadir sebagai makhluk hitam berukuran kecil. Kedatangannya yang misterius memulai konflik antara kaum fanatik yang menganggap Oni sebagai dewa dengan kaum Bushi yang ingin mengusir pendatang tak diundang itu.
Kaum fanatik menganggap kaum Bushi sebagai kaum barbar, sementara kaum Bushi menganggap kaum fanatik kumpulan orang yang buta. Kaum Bushi hidup dalam benteng bergerak sebagai sarana penunjang hidup maupun sarana mencari markas Oni, sementara kaum fanatik membentuk kota di mana mereka mencuci otak warganya dan mendiskriminasi Bushi yang tidak bergabung bersama Bushi lainnya.


Gambar Para Bushi


Awalnya kaum fanatik hanya menyembah mereka secara biasa, tapi kemudian mereka tahu kalau para Oni turun untuk memakan logam. Menyadari fakta ini, mereka menciptakan doktrin yang membuat warga merasa bangga menjadi penambang dan kemudian mempersembahkannya kepada Oni.
Untuk ciri modern, sejauh ini baru soal motor & benteng bergerak.
MC-nya adalah seorang anak laki-laki bernama Musashi dan temannya, Kanemaki Kojiro, yang bercita-cita menjadi Bushi terhebat yang pernah ada di dunia yang sekarang dikuasai ras Oni. Meski setelah 150 tahun berlalu, tapi para Bushi masih berjuang melawan para Oni untuk membebaskan dan menyatukan Hi no Moto. Musashi harus menghadapi banyak petualangan dan kesulitan selama perjalanan mereka, termasuk bertarung melawan Oni, bertemu dengan teman dan musuh baru di antara sesama Bushi, bertemu organisasi jahat.


Trivia: Hi no Moto adalah bagaimana cara penduduk pribumi Jepang jaman dulu menyebut negara mereka sebagai “negeri asal matahari”. Belakangan, karakter-karakternya mulai dibaca sebagai Nippon dan kemudian Nihon.


World-building

World-building dalam manga Orient masih kalah dengan Magi, mungkin karena memang masih jauh dari selesai. Namun, ada satu hal yang Shinobu-sensei bawa dari Magi ke Orient, yaitu adanya daerah yang benar-benar berwarna hitam.


Power Level

Bila ditanyakan mana yang lebih kuat karakternya di antara Magi dan Orient, tentu masih unggul Magi. Pada serial Magi terdapat 72 Jin yang masing-masing mewarisi kekuatan Tongkat Illah, itulah yang membuat mereka bisa menggunakan Extreme Magic. Sementara Orient hanya memiliki 10 karakter yang super kuat. Jika kita kesampingkan Sinbad/Ugo/David, ada 2 karakter Orient yang melebihi kekuatan 72 Jin, yaitu Inukai Shirou dan Takeda Naotora.


Inukai Shirou & Takeda Naotora

Energi /Sumber Kekuatan

Kitetsuto dan warna jiwa, merupakan sumber kekuatan di Orient. Sebelum Dewi Obsidian turun dan memberikan pedang kitetsu kepada para Bushi, tidak ada manusia yang bisa membunuh oni. Setiap Bushi memiliki warna jiwa yang berbeda. Warna ini akan muncul saat seseorang menyentuh pedang kitetsu atau kitetsuto murni. Total ada 5 warna, yaitu merah, putih, hijau, kuning, dan biru.
Dari kelima warna, putih adalah yang paling langka, lalu diikuti warna merah. Warna biru dimiliki mayoritas Bushi, di mana 40% Bushi warna jiwanya adalah biru.


Konklusi

Meski cukup datar di awal chapter, manga ini punya potensi untuk berkembang jadi lebih baik. Terlebih pada unsur romansa yang lebih kental dari serial pendahulunya, Magi.


Credit: Imam Zufar Bagaskara

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More