[Review] Liar Liar : Mencoba Tampil Menarik, Tetapi Gagal

Kanau.org – Liar Liar, anime yang dirilis pada musim summer lalu, menghadirkan genre yang sudah lama tidak dirasakan kaum wibu. Cerita sekolah ditambah permainan memacu strategi, anime ini mencoba membawa kembali esensi dari No Game No Life dan Classroom of The Elite. Namun apakah berhasil? Simak ulasannya, yah….

Informasi Umum

  • Judul : Liar Liar
  • Katakana : ライアー・ライアー
  • Tipe : TV
  • Episode : 12
  • Rilis : 8 Jul, 2023 – 23 Sep, 2023 (Summer)
  • Studio : Geek Toys
  • Sumber : Light novel
  • Genre : Suspense
  • Tema : Psychological, School, Strategy Game
  • Durasi : 23 min. per ep.
  • Rating : PG-13 – Teens 13 or older

Sinopsis

Hiroto Shinohara adalah siswa pindahan baru ke Academy Island, tempat permainan menentukan peringkat siswa. Semakin banyak permainan yang dimenangkan, semakin banyak pula bintang yang dimiliki seorang siswa, dengan peringkat tertinggi adalah Bintang Tujuh. Pada hari pertama Hiroto, dia secara tidak sengaja memusuhi Sarasa Saionji, yang disebut sebagai Permaisuri Pulau Akademi dan cucu dari kepala direktur pulau itu. Dipaksa ke dalam permainan yang dipicu oleh kesalahpahaman bahwa dia akhirnya menang, dia dimasukkan ke dalam gertakan besar di mana dia harus berbohong tentang peringkatnya atau berisiko dikeluarkan dari sekolah dan pulau.

Untungnya, dengan bantuan kompi misterius yang dipimpin oleh Shirayuki Himeji, Hiroto tidak sendirian dalam gertakannya. Perusahaan akan melakukan segala daya untuk membantunya menipu melalui tantangan permainan yang dikirimkan oleh siswa yang ingin mengalahkannya. Meskipun dia adalah siswa Bintang Satu, dia harus berjuang seolah-olah dia sebenarnya adalah Bintang Tujuh, dan mengatasi rintangan yang tidak dapat diatasi dalam usahanya mencari gadis yang hilang dari masa lalunya.

Ulasan Anime

Coba Tampil Keren, Tapi Gagal

Sejak awal, anime ini memperkenalkan konsep unik sebuah akademi tempat segala hal diselesaikan melalui permainan. Menciptakan ekspektasi akan kecerdasan dan taktik yang kompleks dalam plotnya. Namun, harapan tersebut gagal terpenuhi karena penceritaan yang kurang konsisten dan penjelasan yang tidak memadai.

Pengembangan dunia dalam setting akademi ini tidak diperkuat dengan penjelasan yang koheren sehingga memunculkan kebingungan pada penonton. Kejutan demi kejutan yang tiba-tiba dan aturan-aturan yang bertentangan hanya menyulitkan pemahaman atas alur cerita, mengurangi kesan mendalam yang diharapkan dari tema psychological yang diusung.

Karakter Klise, Ditambah Kurang Menarik

Para karakter dalam anime ini cenderung terjebak dalam keterbatasan dimensi yang membuat mereka terasa klise dan kurang berkembang. Terdapat tokoh-tokoh standar seperti tsundere, protagonis yang terlalu kuat, serta karakter-karakter pendukung yang tidak mendapat eksplorasi yang memadai.

Dinamika hubungan antar-karakter juga terasa kurang dalam membangun ketegangan atau emosi yang kuat bagi penonton.

Liar Liar

Visualnya dari Bagus Jadi B Aja

Kualitas visual anime ini mengalami penurunan seiring berjalannya cerita, meskipun awalnya menunjukkan tampilan yang cukup bagus. Dialog yang kurang begitu menarik memberikan dampak negatif bagi keseluruhan tampilan visual anime ini.

Animasi yang kurang istimewa, desain karakter yang standar, serta pengaturan adegan yang tidak menggugah dapat dirasakan penonton. Hal ini menyebabkan kehilangan daya tarik visual dan kurangnya kesan yang mendalam dalam setiap adegan.

Setidaknya, Openingnya Enak Didengar

Sementara soundtrack anime ini memiliki beberapa kelebihan, seperti lagu pembuka yang energetik, performa voice actor kurang memberikan kesan yang kuat.

Meskipun beberapa pengisi suara berusaha memberikan yang terbaik, pengalaman yang terbatas dan penampilan yang kurang ekspresif menyebabkan kurangnya keterhubungan emosional dengan karakter-karakter yang digambarkan.

Kesimpulan

Anime Liar Liar mengecewakan dalam banyak aspek. Mulai dari cerita yang rumit, karakter yang kurang berkembang, hingga kualitas produksi yang menurun seiring berjalannya cerita.

Semuanya menjadi faktor yang mengurangi daya tarik anime ini. Jika dibandingkan dengan harapan sebagai pengganti No Game No Life, anime ini tidak mampu memberikan hiburan yang dijanjikan.

Baca juga: [Review] Jidou Hanbaiki ni Umarekawatta Ore wa Meikyuu wo Samayou : Ketika dirimu ke Isekai sebagai Vending Machine

Rating : 5/10

Secara umum, anime ini tidak mampu memberikan kepuasan untuk banyak orang. Plot yang rumit dan kurang jelas, karakter-karakter yang kurang berkembang, serta kualitas produksi yang menurun seiring berjalannya cerita menyebabkan kesan kebingungan dan kurangnya ketertarikan.

Namun, semuanya kembali kepada subjektivitas semua orang, kalian boleh menonton animenya sekarang untuk menilainya sendiri!