Review: Belle, Menarik tetapi Kurang Ciamik

0 498

Film ini terinspirasi dari kisah Beauty and The Beast, yang membedakan diantara keduanya adalah, dalam film Belle karakter utama menggunakan sebuah avatar untuk menyamarkan identitas aslinya dari dunia maya. Belle sendiri merupakan film musikal seperti film Beauty and The Beast dari Disney yang dibintangi oleh Emma Watson. Film ini memanjakan penonton tidak hanya dengan tampilan visual dan konsepnya saja, namun dengan alunan soundtrack yang indah dan penuh dengan sentuhan disertai juga kisah sepak terjang karakter utama dalam menghadapi masalah dan trauma yang ia alami.

Belle merupakan film animasi Jepang yang disutradarai oleh Mamoru Hosoda, berbagai macam film animasi telah ia ciptakan, seperti Summer Wars dan The Girl Who Leapt Through Time. Film ini memiliki konsep cerita yang menarik, dan berbeda dengan cerita pada umumnya. Cerita yang dibawa dalam film ini hampir sama dengan karya Mamoru Hosada sebelumnya, yaitu Summer Wars, dibalut dengan soundtrack yang mengaggumkan, namun sayangnya dikemas kurang sempurna.

SINOPSIS

Belle merupakan nama panggilan dari seorang gadis berusia 17 tahun, awal mulanya menggunakan nama panggilan, Bell yang merupakan terjemahan namanya dalam bahasa Inggris. Namun, dikarenakan salah satu penggemarnya memberikan nama Belle kepadanya, yang dalam bahasa Prancis memiliki arti cantik. Oleh karena itu, ia memilih untuk menggunakan nama Belle sebagai nama panggilannya.

Belle mengisahkan mengenai kehidupan seorang siswi SMA bernama Suzu Naito, ia tinggal berdua bersama ayahnya, disebabkan ibunya telah lama meninggal dunia. Sejak ditinggal ibunya, Suzu menjadi gadis pemurung dan kurang bergairah untuk menjalani kehidupan.

Suatu hari ia mencoba aplikasi bernama ā€œUā€, sebuah dunia virtual yang menjadi wadah bagi seseorang untuk bernyanyi maupun menonton orang lain yang sedang melakukan aliran langsung. Suzu yang sedari kecil menyukai bernyanyi, mencoba untuk mengungkapkan perasaannya melalui lagu yang ia ciptakan sendiri, dan mulai bernyanyi. Tanpa disadarinya, perlahan banyak penonton yang menyukai lagu dan nyanyiannya. Sejak saat itulah, hidupnya mulai berubah menjadi lebih berwarna.

REVIEW

Film ini terinspirasi dari kisah Beauty and The Beast, yang membedakan di antara keduanya adalah karakter utama di film Belle menggunakan sebuah avatar untuk menyamarkan identitas aslinya dari dunia maya. Belle sendiri merupakan film musikal seperti film Beauty and The Beast dari Disney yang dibintangi oleh Emma Watson. Film ini memanjakan penonton tidak hanya dengan tampilan visual dan konsepnya saja, tetapi dengan alunan lagu temanya yang indah dan penuh dengan sentuhan disertai juga kisah sepak terjang karakter utama dalam menghadapi masalah dan trauma yang ia alami.

Lagu tema film Belle
Pengembangan karakter mirip dengan Beauty and The Beast

Alur cerita sangat berfokus pada pengembangan karakter Suzu saja, yang awalnya hanya seorang gadis pendiam dan tertutup menjadi seorang gadis ceria pada umumnya, ia mengalami pengembangan karakter ketika ia mendalami peran sebagai Belle di dalam dunia virtual U, kunci dari pengembangan karakter Suzu terletak pada sesosok karakter berbentuk naga, ia bertemu dengan sang naga ketika Suzu sedang menggelar konser musik di dalam dunia virtual U.

Suzu mencoba untuk mencari tahu orang yang menggunakan karakter naga misterius tersebut, semakin ia mencari tahu, dirinya malah membuka sebuah aib yang selama ini disembunyikan oleh naga itu. Disisi lain, karakter lainnya hanya sebagai pendamping untuk keperluan pengembangan karakter Suzu, seperti Hiroka Betsuyaku teman dekat sekaligus teman SMA yang telah menemani Suzu dari awal hingga menjadi sesosok Belle yang memiliki ratusan hingga ribuan penggemar dari seluruh dunia.

Tidak ada hubungan spesial

Segi pengembangan karakter, ada interaksi sosial yang dilakukan karakter utama untuk membuat cerita menjadi lebih natural, Suzu merupakan gadis remaja secara umumnya, ia juga bisa merasakan jatuh cinta kepada lawan jenis, ia menyukai teman masa kecilnya yang bernama Hisatake Shinobu, tetapi sangat disayangkan, hubungan antara kedua karakter ini justru terasa hambar, interaksi sosial yang dibangun hanya sebagai intermezzo atau selingan saja, tanpa ada pendalaman hubungan yang terjalin di antara kedua karakter ini.

Adegan emosional terlalu cepat dan begitu hambar

Cerita tidak begitu kompleks dan sangat mudah dipahami, tetapi tidak ada yang spesial. Emosi penonton tidak begitu terangkat ketika momen yang seharusnya membuat terharu, sedih, marah ataupun senang, menjadi terasa begitu hambar dikarenakan fase cerita yang begitu cepat, momen atau adegan yang seharusnya begitu emosional tidak digali lebih dalam ataupun diperjelas agar para penonton dapat memaknai momen tersebut dan memahami isi pesan yang ingin disampaikan.

Kesimpulan

Terlepas dari itu semua, film ini mengangkat isu sosial mengenai kekerasan fisik dan mental terhadap anak dibawah umur, foto ataupun video yang diposting di internet bisa saja merupakan kebohongan atau tameng yang digunakan pelaku untuk memberikan informasi kepada publik bahwa korban baik-baik saja, dan juga secara tidak langsung mengkritik pemerintah untuk menanggapi dan melindungi anak secara cepat tanggap.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More