[Review] 16bit Sensation: Another Layer, Sebuah Bentuk Penghormatan untuk Game Bishoujo

Kanau.org – 16bit Sensation: Another Layer mungkin sedikit terdengar asing bagi beberapa orang. Anime yang rilis pada Fall 2023 ini, kurang mendapatkan highlight pada musim lalu. Anime yang diadaptasi dari web comic ini memiliki tema tentang lintas waktu.

Dengan perjalanan waktu yang membawa kita ke era 1990-an, anime ini bukan sekadar cerita, melainkan surat nostalgia untuk otaku yang menggali akar dari sejarah animanga Jepang.

Lantas bagaimanakah ulasan mengenai anime ini? Simak di bawah ini, yah….

Informasi umum

  • Judul : 16bit Sensation: Another Layer
  • Jepang : 16bitセンセーション ANOTHER LAYER
  • Tipe : TV
  • Episode : 13
  • Rilis 5 Okt, 2023-28 Des, 2023 (Fall 2023)
  • Studio : Silver
  • Source : Web manga
  • Genre : Comedy, Sci-Fi, Supernatural
  • Tema : Adult Cast, Otaku Culture, Time Travel, Workplace
  • Durasi : 23 min. per ep.
  • Rating : PG-13 – Teens 13 or older

Sinopsis

Cinta Konoha Akisato pada permainan bishoujo—sebuah jenis hiburan yang berfokus pada interaksi dengan gadis-gadis cantik—selalu menyuburkan aspirasinya untuk menjadi seorang seniman terkenal. Namun, ketika Konoha mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai sub-illustrator di perusahaan game Blue Bell, dia dihadapkan pada kenyataan yang keras mengenai genre favoritnya. Pada tahun 2023, industri game bishoujo diinvasi oleh rilis yang murah, repetitif, dan rendah kualitas, dengan Blue Bell sebagai inti dari masalah tersebut.

Setelah tersandung di toko game vintage dan mengenang judul-judul impresif dari masa lalu, Konoha tiba-tiba menemukan dirinya di tahun 1992—saat industri game bishoujo mulai berkembang pesat. Konoha kesulitan untuk menerima situasinya yang baru hingga dia bergabung dengan Alcohol Soft, sebuah perusahaan game kecil yang bersedia mempekerjakannya sebagai seorang ilustrator. Meskipun dia yakin keterampilannya dari masa depan akan membawanya menuju kesuksesan, teknologi dan ilustrasi sangat kuno, dan dia harus segera beradaptasi jika ingin mewujudkan impian-impianya.

Ulasan Anime

Narasi yang Bagaikan Surat Cinta untuk Otaku

Anime “16bit Sensation: Another Layer” mempersembahkan narasi yang mendalam, merayakan keberagaman budaya otaku, terutama melalui tema bishoujo. Cerita yang berbasis pada pengalaman nyata memberikan perspektif yang otentik tentang perkembangan industri AniManga di Jepang.

Pencitraan game production sebagai “sweatshop” pada tahun 2023 memberikan komentar sosial tentang industri kreatif. Pergeseran ke tahun 1992, melalui perjalanan waktu Konoha Akisato, memberikan penonton gambaran mendalam tentang proses pembuatan game pada era tersebut.

Meskipun pacing cerita terasa seimbang, beberapa pertanyaan mungkin tetap tak terjawab, memberikan sentuhan misteri yang terkadang terasa dipaksakan, ditambah perubahan plot yang mendadak. Tetapi masih mampu dibarengi dengan eksplorasi nostalgia dunia galgame. Dengan penggunaan perjalanan waktu, 16bit Sensation memberikan pandangan yang menarik tentang dinamika industri game dari masa ke masa.

Karakter Konoha berhasil Mewarnai Cerita

Konoha Akisato sebagai karakter utama mengemban peran penting dalam menggerakkan cerita. Perkembangannya dari seorang ilustrator yang kecewa menjadi penggagas game Bishoujo menunjukkan kedalaman karakter.

Meskipun demikian, kelemahan anime ini muncul terkait karakter Konoha yang terlalu keras dan bersuara tajam, mungkin mengurangi rasa keterhubungan penonton. Sementara karakter pendukung di Alcohol Soft, seperti Mamoru Rokuda, Kaori Shimoda, dan Meiko Uehara, memberikan keberagaman dan kontribusi yang unik dalam pembuatan game, menghadirkan elemen interpersonal yang kuat.

Visual yang Cheerful Sesuai dengan Ceritanya

Secara visual, anime ini menciptakan atmosfer yang cerah dan penuh warna sesuai dengan tema bishoujo. Penerapan filter vintage dan warna yang hidup memberikan kesan nostalgia yang mendalam, cocok dengan setting tahun 1990-an.

Studio Silver membuat animasi dalam 16bit Sensation memadai, tanpa masalah mencolok. Sayangnya, penurunan kualitas animasi pada beberapa episode dapat menciptakan sedikit gangguan dalam pengalaman menonton.

Soundtrack Standar, tapi Sesuai Tema

Lagu opening yang dinyanyikan oleh Shoko Nakagawa menciptakan atmosfer sesuai dengan tema, meskipun liriknya sedikit terganggu. Namun, lagu ending yang dinyanyikan oleh pengisi suara Konoha, Aoi Koga, menunjukkan kualitas yang lebih baik, dengan dukungan lirik dari KOTOKO dan komposisi oleh Shinji Orito. Musik latar (BGM) mengambil inspirasi dari soundtrack novel visual, memberikan nuansa yang pas sesuai dengan situasi dalam cerita.

Kesimpulan

16bit Sensation: Another Layer bisa dianggap sebagai karya seni yang memberikan penghormatan kepada sejarah industri visual novel. Meskipun beberapa kelemahan terdapat dalam karakterisasi dan pacing cerita, anime ini menciptakan dunia yang memikat dan memberikan wawasan mendalam tentang proses kreatif di balik game Bishoujo.

Meski tidak mendapat sorotan besar pada awal perilisannya, anime ini bisa menjadi gem tersembunyi bagi pecinta otaku dan mereka yang ingin melihat sisi lain dari dunia anime.

Rating : 7.9/10

Bagi para penggemar otaku, 16bit Sensation: Another Layer merupakan perjalanan nostalgis dan penuh makna ke dalam sejarah otaku. Meskipun beberapa elemen mendapat kritik dan terkesan dipaksakan, seperti karakterisasi yang kontroversial dan perubahan plot yang mendadak, konsep perjalanan waktu dan apresiasi terhadap industri visual novel memberikan pengalaman menonton yang memuaskan.

Bagi penonton yang mencari sesuatu yang berbeda dari standar anime, kreativitas yang disajikan oleh kreator dan staf 16bit Sensation berhasil memberikan kesan positif.