Pendekatan Cinta Novel Visual White Album 2: Closing Chapter

0 97

White Album 2: Closing Chapter sudah mendapatkan full patch dari Todokanai TL hingga chapter Coda tahun lalu di akhir Desember, dan menjadikan hadiah nataru paling indah yang pernah ada untuk kalangan pembaca novel visual. Penulis pun menyempatkan diri untuk memainkannya, tetapi berhenti di bulan Januari karena kegiatan PKL. Minggu lalu baru saja penulis menamatkannya, dan sangat legit Closing Chapter tersebut. Benar-benar membuat penulis makin jatuh cinta pada seri ini. Dalam seminggu ini, penulis masih berada dalam euforia “Aisurukokoro” setelah menamatkan Closing Chapter. Maka dari itu, penulis buat tulisan ini sebagai apresiasi terhadap seri White Album 2.

White Album 2: Introductory Chapter merupakan fondasi yang kokoh untuk merangkai keseluruhan seri White Album 2. Di mulai dengan premis yang klise lalu berakhir dengan sangat memilukan. Akhir yang memilukan itu melahirkan luka batin bagi mereka bertiga, dan membuat karakterisasi baru untuk karakter utama kita, Haruki dan Setsuna.

Maka dari itu, dibuatlah Closing Chapter untuk menceritakan kelanjutan hubungan Haruki dan Setsuna. Karakter yang awalnya dibuat polos tanpa noda, pasca Introductory Chapter berubah menjadi karakter yang kompleks nan membelit. Ke mana Kazusa? Dia tinggal bersama ibunya di Italia untuk mengejar mimpinya menjadi seorang pianis professional, jadi dengan kata lain ia absen di keseluruhan Closing Chapter.

White Album 2: Closing Chapter memiliki latar tiga tahun pasca Introductory Chapter dan kita tidak lagi berfokus pada trio ini, tetapi kita akan berfokus kepada Setsuna dan Haruki beserta kehidupan sehari-harinya sebagai Mahasiswa/i. Selama tiga tahun tersebut Haruki mengabaikan Setsuna yang secara de jure adalah pacarnya, bahkan Haruki pindah jurusan dari Kebijakan Publik ke Sastra untuk menghindarinya. Hal ini membuat Setsuna semakin terpuruk.

Tugas utama Closing Chapter adalah mengembangkan potensi Setsuna dan membuat bersinar dari keterpurukan yang telah ia alami. Akan tetapi, saya disini tidak akan membahas Setsuna karena fokus saya adalah tiga heroine baru yang mengelilingi Haruki. Maka dari itu, mari berkenalan dengan ketiga heroine baru ini.

PENGENALAN KARAKTER

Sugiura Koharu (lebih muda dari Haruki)

Sugiura Koharu – White Album: Closing Chapter (Mizuki Makoto)

Koharu adalah siswi kelas 12 SMA Houjou (SMA yg sama dengan Haruki dan Setsuna) yang tidak sengaja bekerja part-time di tempat Haruki kerja. Pertemuan pertama Koharu dengan Haruki adalah menceramahi dan meminta jawaban Haruki yang telah menolak pernyataan cinta sahabatnya.

Koharu memiliki kepribadian pekerja keras dan suka menolong sama seperti Haruki. Dia juga sangat keras kepala dan dia tidak akan berhenti mengganggu siapapun sampai dia mendapatkan jawaban yang dia inginkan. Kelebihannya adalah mampu melakukan banyak tugas juga cepat belajar. Saking miripnya dengan Haruki, ia disebut sebagai Haruki.Jr/Mini-Haruki/KoHaruki.

Namun, selama ia bekerja dia menciptakan kesalahpahaman. Koleganya yang mengira dia menggoda Haruki, padahal sebenarnya yang ia lakukan hanyalah penasaran seperti apa sosok Haruki ini, orang yang menolak pernyataan cinta temannya.

Izumi Chiaki (seumuran dengan Haruki)

Izumi Chiaki – White Album: Closing Chapter

Chiaki adalah mahasiswi di Universitas Houjou dan teman satu jurusan Haruki. Dia juga satu angkatan dengan Haruki dkk.

Chiaki digambarkan sebagai karakter yang Happy-go-lucky, sosok yang tak kenal susah dan pemalas. Tidak jarang ia menyusahkan Haruki dengan sifat malasnya itu. Ia memiliki kepribadian yang sangat friendly sehingga Haruki jarang melihatnya sebagai “perempuan”.

Saking dekatnya Chiaki dengan Haruki, membuat jiwa lelaki Haruki kebingungan saat Chiaki memberikan respon yang feminin.

Kazaoka Mari (lebih tua dari Haruki)

Kazaoka Mari – White Album: Closing Chapter

Mari adalah atasan Haruki di kantor penerbitan Kaiousha. Seorang pekerja keras yang mendedikasikan hidupnya untuk bekerja, hal ini membuatnya memiliki sifat yang luar biasa tegas dan keras.

Walaupun memiliki sifat yang pekerja keras dan tegas, di sisi lain ia adalah atasan yang peduli kepada karyawannya saat dihadapi masa-masa sulit. Ia pernah menasehati Haruki perihal percintaan, walaupun ia sendiri lemah dalam masalah percintaan meskipun usianya lebih tua.

Haruki sangat mengagumi Mari karena alasan tertentu, sifat kerasnya mengingatkan Haruki kepada sosok Kazusa.

IDE

Pengenalan Ide

Sebelum kita masuk ke inti dari tulisan ini mari kita berkenalan dengan ‘cinta’. Cinta itu apa sih? Rasa suka terhadap seseorang? Obsesi? Belas kasih sayang? Yap, semuanya benar. Kalian pun pasti pernah atau malah sedang merasakan cinta. Cinta itu punya banyak bentuk, dan yang paling kita kenal adalah cinta dari orang tua dan cinta terhadap lawan jenis. Karena bahasan kita adalah White Album 2, maka dari itu bahasan kita hanya akan mencakup cinta terhadap lawan jenis, cinta yang memiliki hasrat, cinta yang memiliki keintiman, dan cinta yang memiliki komitmen.

Saya kutip dari Wikipedia bahwa, ”Cinta adalah suatu emosi dari afeksi yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya.”

Nah, dari kutipan dari Wikipedia itu, saya ingin memfokuskan bahasan ini ke faktor pembentuknya dengan menarik teori “Tringular of Love” yang dicetus oleh Bpk. Robert J. Sternberg.

Bpk. Robert J. Sternberg mengatakan bahwa cinta dapat dipahami dalam tiga komponen yang bersama-sama dapat dipandang sebagai pembentuk simpul-simpul segitiga. Segitiga disini digunakan sebagai metafora yang setiap sudutnya adalah komponen (faktor pembentuk) yang membentuk cinta, yaitu Intimacy (keintiman), Passion (gairah), dan Commitment (komitmen). Setiap komponen memanifestasikan aspek cinta yang berbeda.

Untuk memahami ketiga komponen tersebut, silakan cek gambar di bawah ini.

A. Intimacy
Intimacy atau keintiman mengacu pada perasaan kedekatan, keterhubungan, dan ikatan dalam hubungan cinta. Dengan demikian, keintiman mencakup perasaan-perasaan yang pada dasarnya menimbulkan kehangatan dalam hubungan cinta.

B. Passion
Passion atau gairah mengacu pada dorongan-dorongan yang mengarah pada romansa, ketertarikan fisik, penyempurnaan seksual, dan fenomena terkait dalam hubungan cinta. Komponen gairah mencakup sumber-sumber motivasi dan bentuk-bentuk gairah lainnya yang mengarah pada pengalaman gairah dalam hubungan cinta.

C. Commitment
Komitmen dalam jangka pendek mengacu pada keputusan untuk mencintai seseorang, dan dalam jangka panjang, komitmen mengacu pada seseorang untuk mempertahankan cinta itu. Komitmen juga bisa diartikan sebagai bentuk dedikasi atau kewajiban yang mengikat kepada orang lain

Tiga komponen cinta ini dapat menghasilkan empat jenis cinta dari kombinasi komponen-komponen itu dan cinta yang ideal adalah cinta yang memiliki ketiga komponen itu. Kombinasi dari komponen cinta tersebut akan saya bahas ke dalam analisis tiga heroine baru kita di Closing Chapter.

Makna “pendekatan” disini adalah proses atau cara mendekati. Bisa diartikan sebagai usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti atau metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian.

Jadi, maksud dari tulisan ini adalah meneliti tentang masalah cinta. Penulis memberi judul “Pendekatan Cinta dalam Novel Visual White Album 2: Closing Chapter” karena kasus atau masalah kita kali ini adalah mencari kekurangan (komponen) dan proses yang dilalui setiap heroine di White Album 2: Closing Chapter untuk mencapai cinta yang ideal.

ANALISIS KARAKTER

Closing chapter berlatarkan tiga tahun setelah Introductory Chapter, yang artinya para karakter di seri ini sudah beranjak dewasa, dari yang awalnya murid SMA menjadi Mahasiswa. Dengan perbedaan latar disini, elemen masyarakat lebih kuat dari yang sebelumnya yang hanya berlatarkan sekolah, Haruki yang menjadi Mahasiswa, bekerja paruh waktu di kantor penerbitan, dan mengambil pekerjaan paruh waktu di restroran keluarga. Keaktifan Haruki dalam bermasyarakat membuat tekanan dan tanggung jawab sehari-hari terus meningkat, membuat seri White Album memiliki plot yang membumi, asli, dan nyata bagi para pembaca.

Alih-alih aktif dalam bermasyarakat untuk menjadi pribadi yang baik dengan etos kerja, kedisiplinan, dan ketegasan yang Haruki punya, Dia melakukan semua itu semata-mata untuk lari dari masalah yang selama ini harus ia hadapi selama tiga tahun, yakni Setsuna.

Dengan munculnya latar yang baru dan beragam, tidak menutup kemungkinan hadirnya kandidat baru sebagai pengganti Setsuna. Saat menyelesaikan rute-rute para heroine baru ini, penulis menyadari bahwa proses mereka saat merajut cinta sangat berbeda.

Jika, dilihat dari patokan umur mereka proses yang mereka jalani sangatlah realistis. Contohnya Koharu, ia adalah heroine yang lebih muda dari Haruki, maka proses yang Haruki hadapi adalah “mengasihi”. Sebelum tulisan ini terlanjur menjadi lebih panjang lagi, mari kita ulik para heroine baru di Closing Chapter.

A. Sugiura Koharu

Sugiura Koharu – White Album: Closing Chapter.

Compationate Love (Intimacy + Commitment)

Misi awal Koharu adalah meminta jawaban yang jelas mengapa Haruki menolak sahabatnya, Mihoko. Namun, Koharu tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, malah membuatnya semakin kesal. Beberapa hari setelah konfrontasi itu, secara kebetulan Koharu bekerja paruh waktu di tempat yang sama dengan Haruki, di sebuah restoran keluarga. Dengan kesempatan itu, Koharu semakin penasaran seperti apa sosok Kitahara Haruki, orang yang menolak pernyataan cinta sahabatnya.

Kemudian, seiring berjalannya waktu Koharu mengetahui bahwa Haruki sebenarnya memiliki seorang pacar, tetapi hubungannya tidak baik-baik saja. Kemudian Koharu memberitahukan segala yang ia tahu tentang Haruki pada Mihoko. Alih-alih mendapat respon yang hangat, ia malah mendapat amukan yang tak berdasar dari Mihoko yang menuduh bahwa Koharu juga “suka” kepada Haruki.

Pada tanggal 25 Desember, yang merupakan major event dari Closing Chapter, Mihoko melihat Koharu dan Haruki sedang berduaan di bangku jalan. Padahal, yang Koharu lakukan sekedar menenangkan kondisi Haruki yang sedang hancur setelah kejadian yang terjadi antaranya dan Setsuna. Konflik pertemanan mereka pun dimulai saat itu juga.

Di suatu ketika, Haruki pun membuka sedikit hatinya lalu menceritakan semua kejadian tiga tahun lalu kepada Koharu. Dengan cerita dan narasi yang menyedihkan keluar dari seorang Haruki, Koharu merasa berempati dan mengatakan bahwa Haruki tidaklah salah. Keterbukaan Haruki, lalu Koharu yang memberikan respon yang hangat, maka, dari sini terbentuklah INTIMACY antara mereka berdua.

Intimacy adalah salah satu contoh pendekatan/terbentuknya cinta, yang menekankan kedekatan personal kepada orang lain. Saat orang lain tersebut saling membagi pikiran-pikiran dan perasaan-perasaannya. Intimacy bukan sebatas ketertarikan secara seksual yang pada akhirnya merupakan hubungan intim, tetapi intimacy merupakan kedekatan psikologis, emosional dan perasaan diantara dua manusia.

Keadaan Haruki kian membaik, tetapi sebaliknya situasi lingkungan pertemanan Koharu semakin memburuk, hal ini disebabkan karena hilangnya tujuan awal Koharu, yaitu membantu Mihoko. Koharu tidak ingin menceritakan tentang masalah yang dihadapi Haruki kepada Mihoko, alhasil teman-temannya mempertanyakan tindakan Koharu dan menganggap bahwa Mihoko selama ini benar. Namun, dengan semua tekanan ditujukan padanya, Koharu tidak menyanggah sedikitpun dengan rumor yang beredar mengenai hubungannya dengan Haruki.

Hal itu membuat Koharu merasa terasingkan dan terpisah dari kawan-kawannya, salah satu harapannya adalah Haruki. Haruki pun merasakan ada sesuatu yang terjadi pada Koharu dan saat itu juga situasi berubah. Bukan Haruki lagi yang membutuhkan bantuan, tetapi Koharu.

Puncak dari konflik Koharu adalah saat ia di cap sebagai “pelakor” oleh satu sekolah karena telah merebut pacar orang. Haruki tersadar ia terlalu terbawa arus hubungan senpai-kouhai-nya, ia pun membuat janji saat Takeya mempertanyakan hubungannya dengan Koharu. Haruki berjanji untuk menyelamatkan Koharu dan berada di sisinya. Setsuna sudah tidak bisa diselamatkan oleh Haruki karena sudah di luar jangkauannya.

Dengan berjanjinya Haruki, terciptalah COMMITMENT dalam hubungan mereka. Haruki akan bertanggung jawab karena secara tidak langsung telah membuat situasi menjadi buruk dan Haruki juga memiliki kewajiban untuk mendukung setiap langkah yang akan dilalui Koharu sejak saat itu.

Cerita diakhiri dengan pertemuan tanpa janji Setsuna dan Koharu, dengan berat hati Setsuna melepaskan Haruki. Lalu diterimanya Koharu di Universitas yang berbeda dengan teman-temannya.

Secara garis besar, rute Koharu menjelaskan bagaimana cinta terjalin dengan adanya intimacy dan disusul oleh commitment. Namun, untuk mencapai “cinta yang ideal” mereka membutuhkan passion. Apakah mereka pasangan yang gagal? Jelas tidak. Bagaimana mungkin Koharu bisa tidur dengan Haruki tanpa adanya passion?

Sebenarnya komponen passion sudah ada dariawal hubungan mereka. Namun, tidak begitu ditekankan seperti pada rute heroine lain, daripada menjelaskan passion ke arah ketertarikan fisik, Koharu menjelaskannya sebagai ketertarikan persona. Jadi dengan kata lain mereka sudah memenuhi kriteria cinta yang ideal.

B. Izumi Chiaki

Izumi Chiaki – White Album: Closing Chapter.

Romantic Love (Intimacy + Passion)

Izumi adalah teman dekat Haruki sejak Haruki pindah jurusan. Dia selalu bergantung pada Haruki dengan tugas-tugas kuliahnya. Saking dekatnya dia dengan Haruki, Haruki jarang memandangnya sebagai “wanita” karena sering melewati batas yang sewajarnya.

Apakah kedekatan seperti itu bisa disebut intimacy? Iya, kedekatan itu bisa disebut sebagai intimacy. Sebagai contoh lain, kalian pasti pernah suka pada teman kalian sendiri? Kalian berpikir kalau dia itu biasa saja, tapi dengan pertemanan itu kamu dibuat nyaman olehnya. Itu adalah bibit dari cinta (intimacy). Untuk membuatnya tumbuh, selanjutnya kalian akan menceritakan tentang diri kalian masing-masing lebih jauh lagi.

Lanjut ke Chiaki, Chiaki ini tidak terlihat memiliki konflik di rute normalnya, bahkan terlihat hanya sebagai pure comfort character. Pada tanggal 25 Desember Haruki yang sedang kacau tiba-tiba menelpon Chiaki, tetapi telepon itu tidak diangkat. Kemudian, sesampai Haruki di depan gedung apartemennya, ada Chiaki yang menunggunya. Hal ini membuat Haruki yang kacau dan putus ada luluh dengan keberadaan Chiaki di depan matanya. Ia tidak mengira bahwa Chiaki benar-benar datang dan ada untuknya. Haruki pun dengan instan memeluk tubuh Chiaki yang kedinginan karena lama menunggu Haruki.

Pada saat itu juga mereka masuk ke apartemen dan melakukan hubungan intim untuk meleburkan emosi dan menenangkan Haruki. Selama libur musim dingin mereka berdua mengurung diri di apartemen dan yang mereka lakukan sehari-hari adalah seks, berpelukan, berciuman, kelonan, dan bercerita. Chiaki menganggap itu obat untuk luka hatinya Haruki.

Dengan kegiatan mereka selama musim dingin membuat Chiaki terlihat sebagai “Sex-friend”nya Haruki. Haruki bisa melakukan itu karena ia sudah menerima sisi feminin yang ada pada Chiaki. Impresi pertama Haruki pada Chiaki adalah ia melihat Chiaki adalah mahasiswi cantik yang sangat sociable. Akan tetapi, semakin dekat ia dengan Chiaki, Haruki merasa ilfil dan melupakan sisi feminin yang dimiliki Chiaki.

Pendekatan cinta disini bermula dari PASSION yang digambarkan pada ketertarikan fisik Haruki kepada Chiaki. Kemudian, tergantikan oleh INTIMACY sejak Haruki merasa ilfil dengan Chiaki. Saat mereka melakukan seks untuk pertama kalinya, Passion ini kembali muncul dan meledak menggeser aspek Intimacy, Haruki bisa melihat kembali sisi feminine yang selama ini tertutup.

Apakah cinta ini berhasil layaknya cerita Koharu? Sayangnya, tidak. Cinta tanpa adanya komitmen itu bukanlah cinta yang bisa bertahan lama. Entah seberapa dalam intimacy yang dimiliki, entah seberapa banyak afeksi yang diberi, jika tidak ada komitmen yang menjadi wadah, cinta itu akan gagal seiring berjalannya waktu. Karena, di akhir rute normal, Chiaki pergi begitu saja setelah keadaan Haruki membaik dan tidak ada kabar sekalipun darinya. Anggap saja cinta satu malam adalah representasi dari Romantic Love.

Rute Chiaki yang asli cukup panjang karena menggali lebih dalam sosok Chiaki sebagai karakter. Karakter ini benar benar kompleks jika digali, bahkan saya dibuat bingung oleh karakter ini.

Izumi Chiaki atau Senouchi Akira (nama asli) atau Senou Chiakira atau Nagase Shouko adalah aktris utama atau pelopor Watos, sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang aktif dalam pentas Drama. Chiaki sebenarnya sudah tahu tentang Haruki jauh 3 tahun lalu, saat Haruki, Setsuna, dan Kazusa menampilkan “Todokanai Koi” langsung saat festival. Chiaki mendekati Haruki karena ia terobsesi oleh kisah mereka bertiga dan ingin membuat pentas drama berdasarkan kisah cinta mereka bertiga.

Setelah Haruki pindah jurusan, itu adalah waktu emas bagi Chiaki untuk bisa dekat dan menggali masa lalu Haruki untuk menjadi bahan naskahnya. Dia juga mendekati Setsuna dan tidak jarang berbincang bersama untuk mendengar cerita dalam perspektif Setsuna dan mencari “karakter” dari Setsuna.

Chiaki berkomitmen untuk “tidak melibatkan perasaan” pada proyeknya yang satu ini, maka dari itu dia membuat identitas baru sebagai Izumi Chiaki, seseorang yang dekat dengan Haruki. Namun, ia sudah diingatkan berkali-kali oleh ketua Watos bahwa apa yang ia lakukan bisa menjadi boomerang baginya. Benar saja, semua afeksi dan intimacy menjadi boomerang baginya. Mustahil dengan semua yang dia lakukan tidak membuahkan cinta, bahkan “first time” Chiaki adalah dengan Haruki. Akan tetapi, Chiaki berusaha kekeh dengan pendiriannya lalu bingung dengan perasaannya setelah dia meninggalkan Haruki untuk melanjutkan proyeknya, menuntaskan naskah.

Haruki pun mencari Chiaki yang tiba-tiba hilang dari jangkauannya. Kemudian, Haruki dibantu oleh Takeya untuk menemukan Chiaki. Saat mereka bertemu, Chiaki membuat pengakuan dan menjelaskan semuanya secara detail. Di momen ini, Haruki merasa kecewa karena diperalat oleh Chiaki.

Selang beberapa hari setelah pengakuan itu Haruki akhirnya memutuskan untuk berdamai dengan diri dan berusaha untuk menjalin hubungan yang sehat dengan Chiaki tanpa adanya perasaan yang membekas.

Saat Haruki sakit, Chiaki bolos latihan drama untuk menjenguknya. Namun naas, apartemennya sudah dijamah oleh Setsuna sebelum Chiaki. Pada saat itu ia tersadar, kalau memang Chiaki tidak ada perasaan untuk Haruki, mengapa ia merasa cemburu, kecewa, dan putus asa saat mengetahui Setsuna datang untuk menjenguk Haruki?

Secara tidak sadar Chiaki sudah jatuh cinta dengan Haruki. Namun, Haruki tidak lagi merasakan hal yang sama karena sudah terlanjur kecewa. Semalam sebelum hari pementasan di festival, Chiaki datang ke apartemen Haruki untuk mengetahui isi hati Haruki dengan cara yang tidak wajar, ia berusaha memancing hasrat seksual Haruki (percobaan pemerkosaan). Dia melakukan dengan cara itu untuk menutupi penolakan cintanya terhadap Haruki.

Hari pementasan drama pun tiba. Di hari itu juga Haruki memutuskan untuk bertemu dengan Setsuna untuk terakhir kalinya, dengan kata lain memutuskan hubungannya. Kemudian, Setsuna mengajak Haruki untuk menonton drama.

Cerita yang disampaikan persis sama dengan kisah cinta trio klub musik. Namun, akhir ceritanya berbeda dan pesan yang ingin disampaikan juga berbeda. Ada pesan tersirat yang ingin Chiaki sampaikan, yaitu perasannya terhadap Haruki. Haruki pun sadar akan pesan tersirat itu, dan sesaat pentas drama selesai, Haruki bergegas untuk mencari Chiaki. Chiaki yang putus asa karena merasa ditinggal oleh Haruki, akhirnya melepas semua tangisannya saat Haruki menemukannya. Mereka pun mengungkapkan isi hatinya masing-masing dengan jujur.

Cerita cinta yang diawali passion kemudian tertutup oleh intimacy, lalu passion kembali meledak bersama intimacy. Tidak adanya intimacy membuat hubungan cinta mereka tidak ada artinya karena kehilangan wadah untuk itu semua. Setelah mencapai akhir dari cerita, mereka sudah menemukan kekurangannya yaitu commitment.

C. Kazaoka Mari

Kazaoka Mari – White Album: Closing Chapter

Fatuous Love (Passion+Commitment)

Hubungan Kazaoka Mari dan Kitahara Haruki sekedar atasan dan bawahan. Haruki bekerja di kantor penerbitan dibawah awasan Mari. Sebagai atasan yang baik ia sering memberi nasehat, tidak luput soal percintaan. Tampaknya Mari memiliki sedikit kertertarikan kepada Haruki.

Lagi-lagi penulis harus menjelaskan tentang kejadian pada tanggal 25 Desember. Disebabkan pada tanggal itu, merupakan tanggal yang krusial pada plot White Album 2: Closing Chapter. Menjelaskan bagaimana pendekatan heroine baru dan menjelaskan bagaimana para heroine baru ini membuat tenang, nyaman (comfort), dan menghibur Haruki setelah kejadian yang menimpanya dengan Setsuna.

Haruki pergi ke kantor untuk melampiaskan kesedihannya dengan cara bekerja. Dia datang saat semua karyawan sudah pulang. Akan tetapi, ia menemukan Mari yang masih duduk di meja kerjanya. Mari tampaknya paham setelah melihat air muka Haruki dan cara bicaranya yang sedikit lebih menyedihkan.

Mari melakukan sebisanya untuk dapat menghibur Haruki dan berusaha keras untuk tidak menyentuh bagian rapuh yang Haruki punya saat itu. Ia menata kue yang Haruki bawa, berbincang, dan makan kuenya bersama. Haruki merasa bersyukur atas itu, memiliki seseorang yang perhatian, tetapi juga tidak memaksa untuk bercerita.

Bagaimana cara Mari untuk dapat menghibur Haruki berbeda dengan heroine lainnya. Hal yang membedakannya adalah tidak adanya INTIMACY. Haruki tidak sedikit pun menceritakan masalahnya pada Mari, ia hanya menikmati detik demi detik yang habis bersama Mari. Alasan Haruki enggan untuk bercerita mungkin karena selisih umur mereka yang berbeda.

Jadi, pendekatan yang mana pada rute Mari adalah PASSION. Lho? Kenapa bisa? Haruki ini sangat menghormati Mari dan menjadikannya sebagai role model, bahkan Haruki bilang kalau dia sering teringat Kazusa ketika melihat ketegasan Mari. Bagi Mari, dia memang memiliki kertertarikan pada Haruki dan sering memerhatikan Haruki di luar otoritasnya. Menghormati dan mengasihani seseorang merupakan salah satu bentuk cinta.

Hubungan mereka semakin dekat seiring berjalannya waktu. Haruki semakin bergantung pada Mari, Mari pun tidak keberatan karena menurutnya itu win-win situation.

Haruki belum sama sekali menceritakan masalahnya walaupun mereka sudah tidur bersama beberapa kali, bahkan Mari tidak tahu sosok Setsuna, hanya mengetahui Kazusa. Meskipun begitu, Haruki sudah hanyut dalam hubungannya dengan Mari.

Haruki di sisi lain pun sudah diperingatkan oleh teman sebayanya Mari untuk tidak bermain-main dengan Mari. Bagaimanapun, jika ia tersakiti lagi, dia bisa menjadi wanita lajang di umur 30an-nya. Di sini terlihat jelas penegasan untuk kebimbangan Haruki, jelas Haruki tidak ingin menjadikan Mari sebagai pelampiasannya lebih lama lagi.

Kemudian, Haruki pun bertekad memutuskan hubungannya dengan Setsuna, cara Haruki penyampaian Haruki kepada Setsuna di rute ini sangatlah halus, ia membiarkan Setsuna menangis dalam pelukannya.

Setelah itu, Haruki mengejar Mari ke Amerika yang baru saja berangkat. Perjuangan seperti itu membuat Mari luluh dan mereka pun tinggal bersama di Amerika.

Rute Mari adalah rute paling aman karena tidak ada konflik batin yang begitu mendalam. Berbeda dengan Chiaki yang kompleks dan masalah Koharu yang berat, di rute ini Mari tidak memiliki masalah batin dan hanya berfokus pada konflik batin Haruki dan Setsuna.

Rute Mari memiliki satu kekurangan yang tidak dieksplor lebih dalam, yaitu komponen intimacy. Dari awal Haruki tidak pernah menceritakan tentang Setsuna kepada Mari dan menyimpannya untuk diri sendiri. Entah hal buruk atau hal baik, tetapi menurut penulis ini adalah kekurangan yang krusial membuat rute ini terkesan dangkal. Apa mungkin selisih umur mereka menjadikan Haruki ragu untuk bercerita? Mungkin saja …? Walaupun begitu, mereka bisa menjalani kehidupan romansa yang ideal, hanya masalah keterbukaan yang harus mereka cari setelahnya.

PENUTUP

Ogiso Setsuna & Kitahara Haruki – White Album 2: Closing Chapter.

Tulisan ini penulis akhir ini sampai di sini saja, penulis sendiri cukup lelah menulis sepanjang itu, apalagi kegiatan sekolah juga lagi sibuk-sibuknya, setiap malam dalam seminggu penulis sempatkan untuk menulis ini. Penulis berharap kalian menyukainya konsep “Tringular of Love Theory” yang diterapkan dalam tiga heroine di Closing Chapter.

Terus terang untuk mencari bahan tulisan tentang White Album 2 itu cukup sulit karena tema yang dibawakan adalah masalah cinta, butuh pengetahuan apriori. Jika, ingin benar-benar memahaminya secara mendalam. Namun, merasionalkan hal yang irasional seperti cinta ternyata hasilnya asik juga.

White Album 2 memiliki kepenulisan yang rapih, secara brutal jujur dalam mengekspresikan emosi manusia ketika dihadapkan dengan cinta dan sangat tajam menggambarkan sifat manis-pahitnya hubungan.

Closing Chapter merupakan chapter yang berat untuk dibaca. Sebagai pembaca kita harus melihat Setsuna berulang kali dikhianati dan disakiti melihat Haruki memilih orang lain. Namun, itulah yang ingin disampaikan dari seri White Album 2, mengekspos tentang bagaimana orang yang putus asa hancur menjadi korban dosa dan kelemahan mereka sendiri.

Sekian dari saya, sampai jumpa di postingan panjang selanjutnya.

Abend.


Sumber: Vani (Facebook)

5 1 vote
Article Rating
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More