[Ngopini] Frieren dan Himmel, Pasangan yang Tidak Bisa Bersatu Karena Waktu

Kanau.org – Anime Sousou no Frieren sangat populer. Tidak hanya cerita yang dibawakan menarik, karakternya pun juga menarik perhatian. Salah satu yang menarik perhatian adalah pasangan Frieren dan Himmel.

Pasangan Himmel dan Frieren banyak diperbincangkan para fans anime Sousou no Frieren. Pasangan ini bisa dibilang merupakan pasangan yang tidak biasa. Meskipun mereka tidak menjalani kisah cinta yang mesra, hubungan keduanya memiliki makna yang dalam.

Frieren Tidak Mengenal Himmel Lebih Jauh

Walaupun Frieren menghabiskan waktu selama 10 tahun untuk melakukan perjalanan bersama Himmel dan yang lainnya, Frieren tidak mengenal Himmel secara dalam. Hal ini karena Frieren memandang waktu dengan cara yang berbeda. Bagi Frieren, waktu 10 tahun tidak sampai satu perseratus dari hidupnya.

Frieren beranggapan bahwa pada akhirnya teman-temannya akan mati. Jadi, tidak perlu sampai mengenal mereka lebih dalam. Apalagi menjalin ikatan emosi yang kuat. Hal ini sangat berbeda dengan Himmel yang merupakan seorang manusia.

Bagi Himmel, perjalanan selama 10 tahun sangalah lama dan waktu yang berharga. Banyak kenangan berharga yang tercipta selama perjalanan tersebut. Sepanjang perjalanan, Himmel berusaha mengenal Frieren seperti makanan apa yang disukai Frieren misalnya.

Cinta yang Tidak Terbalas

Sepanjang anime dan manga, kita bisa melihat bahwa Himmel jelas-jelas memiliki rasa cinta terhadap Frieren. Ada momen di mana Himmel memakaikan bandana bunga di kepala Frieren sebagai bentuk perasaan cinta. Namun, Frieren sama sekali tidak merasakan perasaan Himmel.

Himmel sadar bahwa perasaannya tidak akan sampai kepada Frieren. Dia memendam perasaan itu sampai akhir hayatnya. Namun, Himmel menyempatkan untuk menunjukkan rasa sukanya terhadap Frieren. Salah satunya adalah momen ketika Himmel memakaikan cincin di jari Frieren sambil berlutut. Pose ini tampak seperti Himmel melamar Frieren.

Namun, sekali lagi Frieren tidak peduli. Dia sama sekali tidak merasakan perasaan yang sama seperti Himmel. Frieren menganggap bahwa hal itu adalah hal biasa.

Dipisahkan oleh Waktu

Frieren merupakan elf yang memiliki usia panjang. Bahkan lebih panjang dari umur manusia. Hal ini membuat Frieren menganggap waktu tidak sepenting manusia memandang waktu. Manusia menganggap waktu adalah sesuatu yang berharga.

Begitu Himmel wafat karena batas usia, Frieren merasakan kehilangan lebih dari siapapun hingga akhirnya menangis. Apalagi, Frieren sama sekali tidak mengenal Himmel lebih dalam. Dia merasa menyesal karena telah mengabaikan waktu yang sangat pentig bagi manusia. Frieren dan Himmel dipisahkan oleh waktu yang merupakan hukum alam.

Rasa sesal di dalam Frieren membuat dirinya ingin mengenal manusia terutama Himmel lebih dalam meskipun terlambat. Untungnya, Eisen membantu Frieren dengan memintanya pergi ke Ende di mana Frieren bisa berbicara dengan orang yang sudah mati. Frieren pun melakukan perjalanan dengan menempuh jalan yang sama dengan grup pahlawan dulu. Namun, bedanya kali ini Frieren pergi bersama rekan baru yaitu Stark dan Fern.

Bagaimana menurut Kanauzen, apakah sebaiknya Himmel dan Frieren hidup bahagia bersama?