Isekai? Fantasi? Apa Bedanya?

Kanau.org – Gokigenyou, Kanauzen budiman! Baru-baru ini media sosial ramai memperbincangkan sebuah genre baru. Jadi, genre ini menceritakan tentang tokoh utama di isekai, tetapi si tokoh utama adalah penduduk asli dunia itu. Genre ini dijuluki dengan “Native Isekai”. Loh, bukannya itu genre fantasi ya? Kok, malah disebut Native Isekai? Lalu, bedanya apa antara isekai dan fantasi?

Untuk menjawab kebingungan Kanauzen sekalian, Penulis di sini punya beberapa penjelasan untuk membedakannya, loh! Bagaimana penjelasannya, yuk kita simak pembahasan di bawah ini. Let’s go!

Apa Itu Isekai dan Fantasi?

Pose familiar dalam poster, title screen, hingga ilustrasi promosi setiap karya bergenre fantasi

Mengutip dari Wikipedia, isekai adalah karya yang menceritakan orang yang terkirim atau dipindahkan ke dunia lain dan harus bertahan hidup di sana, seperti dunia fantasi, dunia virtual, atau alam semesta paralel. Bisa dikatakan tema isekai mengarah kepada status asal si MC di latar dunia tempat ceritanya berada (otherworldly/isekaid). Selain itu, isekai memerlukan setting sistem dunia yang tidak dikenali si MC, sehingga akan ada lebih dari satu dunia yang dijelaskan di dalam ceritanya.

Fantasi sendiri memiliki makna khayalan atau imajinasi. Jika menilik dari Wikipedia, genre fantasi adalah genre fiksi spekulatif yang melibatkan unsur magis, biasanya berlatar dunia fiksi dan biasanya terinspirasi oleh mitologi atau cerita rakyat. Jadi, bisa dipahami bahwa genre fantasi melibatkan keseluruhan aspek sistem latar dunianya yang berupa fiksi/imajinasi berunsur magis. Magis disini mengarah kepada hal-hal yang bersifat supernatural atau tidak dapat dijelaskan secara rasional dan ilmu pengetahuan.

Isekai Sudah Pasti Fantasi, Tetapi Fantasi belum Tentu Isekai

Coba tebak, apa tema dari movie ini? Yap, betul sekali! Temanya adalah isekai dan fairy tale

Dari pengertian isekai dan fantasi sebelumnya, kita dapat memahami keduanya berada di tingkatan berbeda. Isekai adalah sub-genre atau jenis tema dari fantasi. Jadi, setiap karya isekai sudah pasti bergenre fantasi. Contohnya seperti Tensura, Re:zero, Overlord, dan Konosuba. Judul-judul itu bergenre fantasi karena melibatkan unsur magis dan berlatar di dunia fiksi. Namun, dikarenakan kisahnya melibatkan tokoh utama yang terkirim ke suatu dunia yang tidak dipahaminya di awal cerita, bisa kita tempatkan secara spesifik karya tersebut sebagai isekai.

Selain isekai, tema turunan dari genre fantasi sangat beragam, seperti sword and sorcery, fabel, fairy tale, dark fantasy, dan sebagainya. Tiap-tiap tema ini dapat saling menyusun membentuk kombinasi kisah yang berbeda-beda. Contohnya Shangri-La Frontier yang merupakan kombinasi dari tema LitRPG dan sword and sorcery atau Goblin Slayer yang berupa gabungan sword and sorcery dan dark fantasy. Dari sini kita bisa mengatakan bahwa selama yang menyusun suatu karya adalah salah satu tema dari genre fantasi, dengan atau tanpa cerita MC berpindah dunia, selama itu juga karya itu disebut fantasi.

Trope Bisa Sama, tetapi Bukan Patokan Utama Jenis Genre/Tema

Punya trope sama yaitu ditabrak Truck-kun dan kehidupannya berubah, tapi hanya satu yang bertema Isekai.

Hal yang paling umum mengapa orang salah mengira fantasi biasa dengan tema isekai adalah karena persamaan trope yang dipakai. Sebelum itu, trope yang dimaksud di sini adalah kaidah, penggambaran, motif, dan karakteristik dalam bercerita yang digunakan author. Trope yang spesifik tidak jarang nantinya akan membentuk suatu genre atau tema dalam karya. Sebagai contoh trope dalam anime isekai dimana seseorang akan tertabrak truk lalu terbangun di dunia sihir dan naga.

Trope dalam isekai sering menggunakan latar eropa abad pertengahan (medieval) dan makluk magisnya. Hal inilah bagi sebagian orang dianggap sebagai trope utama dalam cerita isekai. Nyatanya trope ini adalah trope utama untuk tema sword and sorcery. Kesalahan ini cukup dimaklumi karena memang tema isekai yang sering hadir selalu berdampingan dengan tema sword and sorcery. Jika kita ingin melihat trope utama dalam isekai, kita hanya perlu melihat apakah si MC berpindah dunia dan hidup di sana atau tidak. Dengan begitu, walaupun latarnya bukan abad pertengahan layaknya Yojo Senki, kita tahu bahwa tema yang diangkat adalah isekai.

Kesimpulannya…

Salah satu meme akibat “Native Isekai”

Fantasi dan isekai adalah dua hal yang berbeda namun masih dalam satu lingkup yang sama. Lebih jelasnya, fantasi adalah genre secara general dan isekai adalah sub-genre dari fantasi. Karena lingkup isekai berada dalam lingkup fantasi, kita tidak bisa mengatakan suatu ciri dalam cerita isekai murni adalah ciri tema isekai. Bisa jadi ciri yang ada dalam cerita isekai milik tema lain dari genre fantasi. Satu-satunya cara melihat isekai atau bukan dengan melihat apakah sang karakter utama berpindah dunia serta bertahan hidup di sana atau tidak, baik secara semisementara maupun sepanjang cerita.

Itulah rangkuman dari perbedaan antara Isekai dan Fantasi. Dari sini Kanauzen sudah dapat memahami bukan, kalau sebenarnya tidak semua dunia sihir dan naga disebut isekai? Jika ada pendapat lain atau tambahan perbedaan tentang isekai dan fantasi, Kanuzen boleh untuk meninggalkannya di kolom komentar. See you next time!