Deretan Fakta Kiyotaka Ayanokoji, Sang Jenius dari Classroom of the Elite

Kanau.org – Siapa yang tidak kenal dengan Karakter utama dari anime Classroom of the Elite yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kiyotaka Ayanokoji? Kiyotaka merupakan karakter yang menarik karena tidak seperti MC pada umumnya, dia tidak suka mencolok. Kiyotaka lebih suka mengendalikan segala sesuatu di balik layar.

Kanau telah merangkum deretan fakta Kiyotaka Ayanokoji. Kira-kira apa saja? Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Memiliki Sifat Manipulatif

Walaupun Kiyotaka tidak tampil secara mencolok, dia mampu memanfaatkan orang lain. Bahkan, dia dapat merancang sebuah situasi yang akan terjadi. Seolah-olah, orang-orang bermain di telapak tangannya.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Kiyotaka memiliki sifat yang manipulatif. Dia dapat dengan mudah memanipulasi seseorang untuk mengikuti rencananya secara tersirat. Kiyotaka memanfaatkan psikologis dari lawan bicaranya.

Kepintaran di Atas Rata-Rata

Kiyotaka memiliki kepintaran di atas rata-rata. Dengan hal itu, seharusnya dia dapat dengan mudah sampai di kelas A. Namun, Kiyotaka sama sekali tidak tertarik mencapai kelas A kecuali untuk kepentingan pribadinya.

Kiyotaka selalu pandai menyembunyikan kepintarannya selama berada di kelas agar tidak mencolok. Dia menggunakan kejeniusannya untuk menggerakkan teman-teman sekelasnya dibalik layar.

Kekuatan Fisik yang Bagus

Selain pandai dalam akademik, Kiyotaka juga memiliki kekuatan fisik yang bagus. Hal ini dapat dibuktikan di musim kedua anime Classroom of the Elite. Kiyotaka seorang diri dapat mengalahkan Ryuen dan antek-anteknya.

Baca juga: Deretan Fakta Suzune Horikita dari Classroom of the Elite

Mahakarya dari White Room

Kiyotaka disebut sebagai mahakarya dari White Room. Tidak semua anak yang dididik di fasilitas White Room lolos. Ayanokoji menjadi salah satu anak yang berhasil melewati sistem pendidikan yang ada di White Room. Oleh karena itu, ayah Kiyotaka ingin Kiyotaka kembali ke White Room.

Tidak Suka Mencolok

Sepanjang episode, kita dapat melihat bahwa Kiyotaka bukanlah murid yang mencolok. Berbeda dengan Kushida yang ingin berteman dengan semua orang. Kiyotaka tidak tertarik dengan hubungan pertemanan kecuali dapat memberikan keuntungan untuk dirinya sendiri.

Contohnya di mana Kiyotaka menggerakkan Horikita sesuai dengan skenario yang telah dirancang. Kiyotaka menggunakan Horikita sebagai salah satu pion untuk naik ke kelas A.