Bedah Lirik: Aimer – Deep Down (Full version)

7 minutes reading
Sunday, 18 Dec 2022 10:00 0 38 Sensei

Ending anime Chansaw Man yang paling majestik yang pernah ada.

Chainsaw Man Episode 9 Ending theme “Deep down” by Aimer

Aimer greatness!#ChainSawMan#CSM#チェンソーマン pic.twitter.com/QbcsM5Abh3

— Shura (@ShuradoShikoten) December 6, 2022
Cover promosi mini album “Deep Down” (Sumber: https://www.aimer-web.jp/ )

Kanau.org – Di tengah gegap gempitanya penayangan anime Chainsaw Man dan lagu endingnya yang dinyanyikan oleh dua belas penyanyi kawakan untuk setiap episode, ada satu nama yang tidak bisa lepas dari penggemar j-pop: Aimer. Menjadi salah satu dari penyanyi papan atas yang membawakan ending Chainsaw Man, Aimer yang terkenal akan lagu-lagunya yang avant grande dan majestik mengguncang para penggemarnya, bahkan membuat orang lain yang tidak tahu namanya pun seketika terhanyut dalam nyanyiannya. Episode sembilan anime Chainsaw Man memberikan sebuah banger yang tidak terduga dan amat cantik untuk menutup sebuah episode penuh tragedi: Deep Down oleh Aimer.

Seperti yang kalian lihat di bawah, akhir episode sembilan secara resmi ditayangkan dan nuansanya sangat mencekam. Klip video yang sederhana menampilkan gambar lautan darah dan usus yang berputar-putar secara simbolis. Ditutup dengan adegan Makima yang memelintir kepala seseorang menjadi dua, dan siluet Himeno di dalam frame salib disusul dengan rokok yang habis terbakar. Semuanya dikoreografikan dengan cara yang paling lembut yang pernah ada.

Di sisi lain, nyanyian Aimer yang mencekam seolah menghipnotis para pendengarnya untuk berkhidmat dan terus terang membuat bulu kuduk saya merinding. Setelah beberapa lama terus-menerus menulis lagu yang powerful dan flamboyan, Aimer kembali lagi ke style-nya yang terkenal akan balada dan lagu-lagu yang kelam. Tentu saja bernuansa majestik seperti signature sang diva ini di setiap lagu-lagunya.

Lagunya sendiri mendapatkan pujian besar dari banyak pihak. Baik para fans Aimer maupun fans Chainsaw Man semuanya sepakat bahwa lagu penutup episode sembilan adalah lagu penutup paling indah yang pernah mereka dengar.

Beberapa hari setelah versi TV-nya tayang, Aimer Official Youtube Channel mengunggah versi penuh lagu Deep Down beserta video klip resminya. Saya tak habis pikir bagaimana bisa seorang seniman bisa terus-menerus menghasilkan mahakarya seperti ini secara rutin. Selain melodi yang majestik, signature lain Aimer adalah liriknya yang dalam dan penuh simbolisasi.

Coba cermati lirik Deep Down berikut:

Bahasa Jepang (Romaji – hepburn)Terjemahan bahasa Indonesia
Inochi no himei todae yami e
Toketara kotonoha wo chirashita
Fukai fukai madoromi e
nemureru you Akai yubi de sono me wo toji  

Osoreru you ni chi ni oboreru kairitsu no you ni
Kizuguchi ni furu ame no you ni itami kizamitsukete
Samayou mure no naka de ikitsuku basho ni kizukenai mama
Mata hitotsu kaketa  

Wakaranai wakaritai hirou koto naku mata suteyuku namida
Todokanai kikoenai sugaritsuku koe yobisamasu zaregoto
Nakushita mono wo wasureta sukima ni sumitsuiteiru kage
Itsu kara soko ni ite waratteta
I feel you deep deep deep deep down  

Setsuna no hisame utaremezame
Zawameku tsugegoto wo chirashita
Awai awai maboroshi wo furikireba
Itsuwari ga rinkaku wo ukabe  

Hirefusu you ni mune ni ugatsu kusabi no you ni
Iki wo tome aragau hodo ni kioku wo hikisaite
Surikireru kibou wo aseta sekai ni yakitsuketa mama
Tada tsunagitometa  

Hanarenai hanashitai ieru koto naku matowaritsuku kizashi
Modorenai hibikanai surinuketa koe kakinarashita kodou
Negatta mono wo te ni shita kanbi to soushitsu ni nomare
Dore hodo nagai toki wo tadotteta
I call you deep deep deep deep
Deep deep deep deep down
Jeritan kehidupan berhenti menjadi kegelapan.
Saat meleleh, semburat kata terurai
Lelap, lelaplah dalam senja…
…tutup mata itu dengan jemari merahmu   

Perintah untuk takut seolah tenggelam dalam darah,
mengukir rasa sakit layaknya hujan yang jatuh pada luka.
Pada kawanan tanpa arah tujuan,
hilanglah satu orang lagi.    

Aku tidak tahu, aku ingin tahu! Air mata yang terbuang tanpa kupungut
Tak tergapai, tak terdengar! Tempelan suara dan bangkitnya omong kosongmu!
Wahai bayangan yang berdiam dalam retakan yang terlupakan…
…sejak kapan kau tertawa di sana? Aku merasakanmu jauh, sangat, sangat dalam  

Terbangun oleh guyuran hujan es sesaat,
aku menggumamkan sebaran pengakuan.
Samar-samar kuabaikan ilusi itu,
hingga garis kepalsuan menampakkan diri.  

Tersungkur layaknya baji yang menusuk dadamu,
menahan napas dan mengoyak kenanganmu.
Selagi harapan usang itu masih terbakar dalam dunia yang memudar ini…
…akan tetap kupegang.      

Tak dapat dilepas, ’ku ingin lepaskan! Tempelan tanda tanpa kesembuhan ini.
Tak dapat kembali, tak bergema lagi! Suaraku menghilang, detak jantungku bergema.
’kudapatkan apa yang aku inginkan, lalu terlena dalam kenikmatan dan kehilangan…
Sudah berapa lama waktu berlalu…?
Aku memanggilmu jauh, sangat, sangat
Jauh sangat dalam.

Untuk yang tidak punya waktu membaca lebih jauh, dalam liriknya Aimer menggunakan metafora kawanan gembala. Satu dari sekawanan gembala memiliki kesadaran akan nasib mereka yang diarak tanpa arah, dirawat, dan dibesarkan hanya untuk disembelih. Mati, dan tidak akan pernah kembali.

Bait pertama:

Jeritan kehidupan berhenti menjadi kegelapan.
Saat meleleh, semburat kata terurai
Lelap, lelaplah dalam senja…
…tutup mata itu dengan jemari merahmu 

Merupakan metafora dari satu ternak yang terbuai dalam bius gembala di rumah jagal. Sekarat, berserah diri, dan perlahan mengakhiri hidupnya.

Bait kedua:

Perintah untuk takut seolah tenggelam dalam darah,
mengukir rasa sakit layaknya hujan yang jatuh pada luka.
Pada kawanan tanpa arah tujuan,
hilanglah satu orang lagi.


Ini merupakan lanjutan deskripsi bait pertama lewat sudut pandang di luar rumah jagal. Kawanan lain yang takut tak bisa berbuat apapun, pasrah digiring tanpa arah mengikuti perintah. Tanpa menyadari bahwa satu dari mereka hilang lagi untuk selamanya.

Bait ketiga:

Aku tidak tahu, aku ingin tahu! Air mata yang terbuang tanpa kupungut
Tak tergapai, tak terdengar! Tempelan suara dan bangkitnya omong kosongmu!
Wahai bayangan yang berdiam dalam retakan yang terlupakan…
…sejak kapan kau tertawa di sana?
Aku merasakanmu jauh, sangat, sangat dalam

Ini adalah gambaran satu dari gerombolan ternak yang menyadari apa yang terjadi. ia kebingungan, karena selama ini sang gembala adalah juru selamat mereka. Mereka memberikan rumah, makanan, dan perlindungan. Ia berusaha menyuarakan pertanyaanya, tapi tak ada yang mengerti. Baik para ternak lainnya apalagi sang gembala. Si ternak menyadari sosok gembala bukanlah sebagai penyelamat, melainkan ancaman yang diam tertawa menonton di balik kegelapan.

Bait keempat:

Terbangun oleh guyuran hujan es sesaat,
aku menggumamkan sebaran pengakuan.
Samar-samar kuabaikan ilusi itu,
hingga garis kepalsuan menampakkan diri.

Perasaan si ternak itu hilang dan muncul saat ia tersadar oleh keadaan. Si ternak mencoba berpikir jernih, mengabaikan propaganda dan kebohongan sang gembala hingga ia tersadar bahwa semua kebaikan sang gembala hanyalah kepalsuan belaka.

Bait kelima:

Tersungkur layaknya baji yang menusuk dadamu,
menahan napas dan mengoyak kenanganmu.
Selagi harapan usang itu masih terbakar dalam dunia yang memudar ini,
akan tetap kupegang.

Apa yang terjadi pada ternak yang memberontak? Mereka akan ditarik atau diikat dan kembali dipaksa menurut. Sang ternak yang tercerahkan ini tak bisa berkutik atas kuasa para gembala dan tetap memegang harapan bahwa ia tidak akan bernasib seperti yang lain. Walaupun ia sadar bahwa harapan itu sia-sia.

Bait keenam:

Tak dapat dilepas, ’ku ingin lepaskan! Tempelan tanda tanpa kesembuhan ini.
Tak dapat kembali, tak bergema lagi! Suaraku menghilang, detak jantungku bergema.
’kudapatkan apa yang aku inginkan, lalu terlena dalam kenikmatan dan kehilangan…
Sudah berapa lama waktu berlalu…?
Aku memanggilmu jauh, sangat, sangat
Jauh sangat dalam.

Sembari pikiran tentang nasib yang menunggunya terkadang muncul, ia kembali putus asa, tenggelam dalam kenikmatan duniawi yang disediakan para gembala. ia dapatkan semua yang dia inginkan, makanan, air, tempat tinggal, perlindungan, dan kawanannya. berusaha tetap melanjutkan hidup tanpa makna. Lelap dalam kenyamanan. Hingga tanpa ia sadar selagi itu semua terjadi waktu telah berlalu sangat lama. Dalam hati ia masih percaya bahwa gembala adalah juru selamatnya, dan tetap memanggilnya jauh, sangat dalam.

Baris terakhir juga bisa jadi adalah rintihan sang ternak yang terakhir kalinya saat hendak disembelih sang gembala…


Ini tidak dapat dipungkiri lagi langsung masuk ke dalam daftar mahakarya lagu buatan Aimer yang identik dengan balada dan kesan kelamnya. Suaranya sendiri sudah serupa sihir yang membuat siapapun menjadi terhipnotis dan terlarut dalam melodi dan lirik penuh makna.

Dengarkan lagu yang luar biasa ini di kanal Youtube resmi Aimer atau di Spotify!

Sensei

Fisikawan yang hobi menonton anime, membaca komik, dan berceloteh di media sosial.